Arsenal gagal meraih kemenangan pada pertandingan leg pertama perempat final Liga Europa melawan tim antah berantah Slavia Praha. Lantas, bagaimana respon manajer Mikel Arteta mengenai hasil imbang tersebut?

Seperti diketahui, Arsenal menjamu Slavia Praha di Emirates Stadium untuk memainkan leg pertama perempat final Liga Europa Jum’at dinihari WIB tadi (09/04).

Di atas kertas, Arsenal seharusnya lebih diunggulkan menang, apalagi dalam pertandingan tadi mereka bermain sebagai tuan rumah. Namun kenyataannya, laga tersebut berjalan alot bagi Arsenal.

Mereka memang tampil dominan pada babak pertama, namun kenyataannya tidak satupun peluang emas diciptakan oleh pasukan Mikel Arteta. Sedangkan pada babak kedua, Slavia Praha tampak sudah mulai bisa memberikan perlawanan.

Gol sendiri baru tercipta pada akhir babak kedua, tepatnya pada menit ke-86, adalah tuan rumah Arsenal yang berhasil mengubah kedudukan menjadi 1-0 berkat gol Nicolas Pepe.

Para pemain Arsenal tampak berpesta akan gol tersebut, mereka begitu percaya diri bahwa laga telah sepenuhnya berakhir. Namun, petaka malah terjadi di menit-menit tambahan waktu, Slavia Praha mencetak gol penyama kedudukan lewat Tomas Holes.

Gol tersebut tentu saja mengagalkan kemenangan Arsenal, dan dengan demikian langkah The Gunners untuk lolos ke babak semifinal terasa semakin berat.

Berbicara selepas pertandingan, Pelatih Mikel Arteta mengaku bahwa sejak awal dia sudah memprediksi hal ini, dimana menurutnya Slavia Praha adalah lawan yang berat.

“Pertandingan ini sulit karena mereka adalah lawan yang sangat bagus. Mereka telah mengalahkan sejumlah tim besar dan benar-benar lawan yang merepotkan,”

“Mereka mengandalkan situasi man-to-man, Anda harus bisa menghadapi ini. Andai kami melakukan itu, kami bisa menciptakan peluang, tapi ketika tidak, situasinya jadi sulit.” ujar Arteta di BT Sport. DAFTAR POKER ONLINE TERBARU 2021

Lebih lanjut, Arteta mengaku sama sekali tak kecewa dengan performa para pemainnya, akan tetapi dia tentu merasa sangat kecewa karena kemenangan timnya digagalkan pada menit-menit terakhir.

“Kami efektif dalam menerapkan garis tekanan tinggi. Mereka punya kemampuan serangan balik cepat, tapi kami juga bisa mengontrol itu dengan baik,”

“Pertandingan berhasil kami kontrol. Ini lebih soal hasil akhirnya yang terasa begitu pahit,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *