Latest

Gelandang Manchester United, Fred mengaku sudah tak sabar untuk memainkan duel melawan Leeds United akhir pekan nanti. Menurut dia, pertandingan tersebut bak El Clasico-nya sepakbola Inggris.

Bagi yang belum tahu, Leeds United adalah salah satu tim promosi di ajang Premier League musim 2020/21 ini, lantas mengapa Fred mengatakan bahwa duel nanti seperti El Clasiconya Inggris?

Hal tersebut mengacu pada rivalitas antara kedua tim di masa lalu, saat Leeds United masih berjaya dan menjadi rival dari Manchester United pada kompetisi utama. Bahkan, pertemuan antara Setan Merah dengan Leeds mendapat julukan ‘Rose Derby’. DAFTAR SBOBET

Sayangnya, popularitas dari rivalitas keduanya menurun sejak Leeds United terdegradasi ke divisi kedua, dan mereka pun kesulitan kembali ke Premier League lagi sampai akhirnya itu terjadi di musim 2020/21 ini.

Ya, Singkatnya Rose Derby yang dinanti-nantikan para fans kedua kubu sejak sangat lama akan kembali terjadi. Duel antara Manchester United melawan Leeds united akan berlangsung akhir pekan ini, dan Fred sudah tidak sabar menantikannya.

“Saya rasa ini [Leeds vs MU] adalah laga El Clasico di sepakbola Inggris,” ujar Fred di laman resmi MU.

Pemain Brazil tersebut mengklaim bahwa para fans Manchester United sudah tidak sabar untuk menyaksikan pertandingan Rose Derby ini, untuk itu dia meminta rekan-rekannya untuk berjuang memenangkan pertandingan tersebut.

“Seperti para fans, kami juga tidak sabar bermain di laga ini. Pekan ini kami tidak ada pertandingan di tengah pekan, jadi antusiasme untuk pertandingan ini menjadi semakin besar,” tandasnya.

Sebenarnya, ini adalah pertemuan kedua antara MU melawan Leeds United di musim 2020/21. Pada pertemua pertama di Old Trafford, pasukan Ole Gunnar Solskjaer menang telak dengan skor 6-2.

Namun, Fred sadar bahwa itu bukanlah jaminan bahwa timnya akan menang kembali dalam pertandingan nanti. Terlebih melihat hasil yang diraih Leeds United belakangan ini dan mereka akan bermain di kandang sendiri nantinya.

“Ini adalah pertandingan Derby melawan rival yang berat. Pertandingan ini akan sangat sulit, namun kami sudah mempersiapkan diri dengan baik selama sepekan terakhir,” ujarnya.

Arsenal gagal meraih kemenangan pada pertandingan leg pertama perempat final Liga Europa melawan tim antah berantah Slavia Praha. Lantas, bagaimana respon manajer Mikel Arteta mengenai hasil imbang tersebut?

Seperti diketahui, Arsenal menjamu Slavia Praha di Emirates Stadium untuk memainkan leg pertama perempat final Liga Europa Jum’at dinihari WIB tadi (09/04).

Di atas kertas, Arsenal seharusnya lebih diunggulkan menang, apalagi dalam pertandingan tadi mereka bermain sebagai tuan rumah. Namun kenyataannya, laga tersebut berjalan alot bagi Arsenal.

Mereka memang tampil dominan pada babak pertama, namun kenyataannya tidak satupun peluang emas diciptakan oleh pasukan Mikel Arteta. Sedangkan pada babak kedua, Slavia Praha tampak sudah mulai bisa memberikan perlawanan.

Gol sendiri baru tercipta pada akhir babak kedua, tepatnya pada menit ke-86, adalah tuan rumah Arsenal yang berhasil mengubah kedudukan menjadi 1-0 berkat gol Nicolas Pepe.

Para pemain Arsenal tampak berpesta akan gol tersebut, mereka begitu percaya diri bahwa laga telah sepenuhnya berakhir. Namun, petaka malah terjadi di menit-menit tambahan waktu, Slavia Praha mencetak gol penyama kedudukan lewat Tomas Holes.

Gol tersebut tentu saja mengagalkan kemenangan Arsenal, dan dengan demikian langkah The Gunners untuk lolos ke babak semifinal terasa semakin berat.

Berbicara selepas pertandingan, Pelatih Mikel Arteta mengaku bahwa sejak awal dia sudah memprediksi hal ini, dimana menurutnya Slavia Praha adalah lawan yang berat.

“Pertandingan ini sulit karena mereka adalah lawan yang sangat bagus. Mereka telah mengalahkan sejumlah tim besar dan benar-benar lawan yang merepotkan,”

“Mereka mengandalkan situasi man-to-man, Anda harus bisa menghadapi ini. Andai kami melakukan itu, kami bisa menciptakan peluang, tapi ketika tidak, situasinya jadi sulit.” ujar Arteta di BT Sport. DAFTAR POKER ONLINE TERBARU 2021

Lebih lanjut, Arteta mengaku sama sekali tak kecewa dengan performa para pemainnya, akan tetapi dia tentu merasa sangat kecewa karena kemenangan timnya digagalkan pada menit-menit terakhir.

“Kami efektif dalam menerapkan garis tekanan tinggi. Mereka punya kemampuan serangan balik cepat, tapi kami juga bisa mengontrol itu dengan baik,”

“Pertandingan berhasil kami kontrol. Ini lebih soal hasil akhirnya yang terasa begitu pahit,” tandasnya.

Masa depan Messi masih jadi perbincangan, pun juga dengan Sergio Aguero yang kontraknya akan berakhir pada musim panas nanti. Lantas, apakah dua striker Argentina ini punya peluang untuk ‘bereuni’ di Barcelona?

Kontrak Lionel Messi di Camp Nou saat ini tersisa sampai musim panas mendatang, sementara itu sampai sekarang La Pulga belum juga menyepakati kontrak baru yang diajukan Raksasa Catalan. Singkatnya, masa depan Messi kini masih teka-teki.

Berbeda dengan Lionel Messi, Sergio Aguero sudah dipastikan meninggalkan Manchester City pada musim panas nanti. Pihak klub Premier League tersebut sendiri yang mengkonfirmasi bahwa mereka tidak akan memperpanjang kontrak striker 32 tahun tersebut.

Artinya, Aguero akan berstatus bebas transfer saat kontraknya berakhir pada musim panas nanti.

Saat ini, Aguero memang telah berusia 32 tahun, akan tetapi pemain Argentina masih sangat bisa diandalkan di lini depan. Catatan 257 gol yang dibukukan selama memperkuat the Citizens masih bisa dijadikan bukti ketajamannya.

Disebutkan bahwa Aguero bakal diperebutkan sejumlah raksasa Eropa pada bursa transfer musim panas nanti, lantas apakah Barcelona adalah salah satunya?

Barcelona sendiri saat ini memang sudah memiliki barisan penyerang yang top selain Messi, contohnya Antoine Griezmann dan Ousmane Dembele, tapi kedua sosok tersebut tampak belum betul-betul menyatu dengan Lionel Messi.

Messi tampak kehilangan ‘partner’ nya sejak Luis Suarez dilepas klub ke Atletico Madrid pada bursa transfer musim panas kemarin. Karena alasan tersebutlah perekrutan Aguero bisa jadi solusi bagi Barcelona saat ini.

Apalagi, Messi memiliki hubungan yang dekat dengan Aguero karena sama-sama berasal dari Argentina. Lebih lanjut, perekrutan eks Atletico itu dianggap bisa membuat Messi bertahan di Camp Nou.

“Messi dan Aguero adalah teman lama. Mereka menghuni kamar yang sama di tahun 2005 dulu, saat Argentina menjuarai Piala Dunia U-20 dan mereka menjalin hubungan yang nyata,”

“Sejak saat itu, mereka berdua menjadi teman baik. Saat mereka bermain untuk timnas, anda bisa melihat hubungan antara kedua pemain tersebut dan mereka berada dalam satu frekuensi.” kata pakar sepak bola Amerika Selatan, Tim Vickery, kepada talkSPORT.

DAFTAR SITUS ONLINE JUDI TERBAIK

sponsored by dewa harum

Manajer dan Arsitek Manchester United, sang baby face Ole Gunnar Solskjaer memuji anak asuhnya setelah mencetak sembilan gol ke gawang Southampton. Padahal, Ole sempat mengkhawatirkan kondisi timnya, dia berpikir akan kesulitan di laga ini.

Hasil gambar untuk solskjaer

Faktanya red devils justru membukukan empat gol di babak pertama, lalu lima gol lain diciptakan pada babak kedua.
Bagi MU, hasil ini Menambah poin mereka menjadi 44 poin dari 22 laga. MU menyamai raihan poin Manchester City sang rival sekotanya, Namun harus rela berada di posisi kedua dikarenakan kalah oleh selisih gol dari sang musuh sekota..

Southampton pincang setelah momen kehilangan satu pemain mereka pada menit ke-2. Alexandre Jankewitz mendapat diusir dari lapangan setelah mendapat kartu merah usai melakukan pelanggaran pada pemain MU Scott McTominay. Inilah momen krusial, kata Solskjaer, sehingga mental pemain dan strategi tim berkembang.

“Ketika seorang mendapat kartu merah dan diusir dari lapangan, itu tergantung pada kami untuk mencetak gol pertama,” kata Solskjaer.

Namun, bukan perkara yang mudah bagi United untuk mendapatkan gol pertama. Sebab, sudah pasti Soton merespon situasi dengan takti bertahan yang sangat dalam. Pada kondisi inilah Solskjaer memuji pemain United.karena mampu terus menekan sehingga berujung gol.

“Kami mengubah passing dari sisi ke sisi, masuk ke kotak 16 meter dari belakang, manuver yang sangat bagus, anak anak bermain seperti yang seharusnya saya inginkan,” sambung Solskjaer.

Marcus Rashford dan kolega mampu memberikan aksi-aksi mengejutkan sepanjang laga. hal ini Mendapat pujian dari Solskjaer, sangat solid dan sabar dalam penyerangan menjadi kunci.

Untuk memanfaakan peluang memang tidak mudah menjadi gol, mengingat strategi lawan berubah menjadi bertahan total, butuh sebuah strategi jitu untuk perlahan membuka gol sehingga muncul gol gol selanjutnya “Anda dapat melihat banyak hal yang sedang kami kerjakan. Kami ingin menjadi sedikit tidak terduga,” kata Solskjaer

“Para pemain melakukannya dengan sangat baik, kebebasan mengatur serangan, dan imajinasi, bermain di samping, itu sangat positif, dan alur strategi pemain tengah berjalan baik, sehingga pertahanan lawan terpecah,” sambung mantan manajer Cardiff City tersebut

Performa pemain baru Kai Havertz masih belum menunjukan permainan yang “wah” di Chelsea. walapupun demikian, Simon Rolfes Sang direktur Bayer Leverkusen, Sangat meyakini jika Havertz masih butuh waktu untuk menunjukkan permainan terbaiknya di klub barunya. Menurutnya, semua pemain yang berstatus baru di klub butuh penyesuaian diri. tak ada cerita pemain bintang langsung bersinar di klub. semua butuh proses terangnya.

Tampil apik dan mengesankan ketika menjadi squad Leverkusen. Hingga akhirnya the blues kemudian tertarik memboyongnya ke stadion megah Stamford Bridge pada musim awal lalu.

Bundesliga | Bayer Leverkusen talisman Kai Havertz: Europe's best young  midfielder

Pemain ini masih belia, masih 21 tahun, masih panjang untuk dia menunjukkan performa terbaik. Harga 80 juta Euro adalah investasi yang bagus bagi chelsea. Havertz tercatat sebagai pembelian paling mahal di Chelsea. Namun banyak pihak yakin, chelsea melakukan pembelian yang sangat tepat.

Walaupun di beli dengan harga yang cukup mahal namun tidak menjadi sebuah jaminan Havertz langsung klop dengan pemain chelsea lainya. Pemain muda Jerman ini diyakini belum menemukan posisi terbaiknya, sehingga mempengaruhi performanya bersamatim sekelas Chelsea.

Kesulitan itu menurut Rolfes, biasa dialami pemain debutan. dan itu menjadi pelajaran atau PR bagi tiap pemain baru yang bergabung dengan klub besar. yang dialami Havertz di Chelsea adalah hal biasa. karenanya, tidaklah mudah untuk seorang pemain dari negara lain yang bisa nyetel atau klik disebuah kompetisi baru.

“Selalu sulit jika Anda mengubah gaya bermain di sebuah negara. Itu sama jika kami merekrut pemain,” Ungkap sang direktur kepada Stats News.

“Ada pemain yang hanya membutuhkan hitungan hari, ada juga pemain yang butuh setengah tahun. kita ambil Contohnya, Moussa Diaby, dia butuh tiga sampai empat bulan untuk bisa beradaptasi dengan kompetisi yang ada di Prancis, namun, walaupun dia bermain untuk PSG, Tetapi bisa dia sangat bisa beradaptasi dengan Bundesliga,”

“Perlu di ingat, ketika klub merekrut pemain, Tidak semua pemain bisa klik ataupun nyetel dengan pemain lainya dalam waktu singkat, jadi ini adalah soal waktu” tuturnya.

“Tidak Perlu diragukan lagi Jika Kai Havertz seorang pemain yang fantastis, dia memiliki kemampuan, dan dia sangat layak untuk bermain di level kelas dunia. Kita hanya menunggu waktu untuk dia tampil sempurna. bahkan akan menjadi terbaik di dunia’. Tutupnya.

timnas Swiss 2018

Piala Dunia 2018 akan menjadi Piala Dunia ke-11 bagi timnas Swiss. Mereka kali pertama bermain di Piala Dunia 1934 dan yang terakhir adalah Piala Dunia 2014. Swiss pernah menjadi tuan rumah pada tahun 1954. Kala itu, Jerman Barat berjaya saat itu.

Prestasi paling baik timnas Swiss di Piala Dunia 2018 merupakan ketiga kali masuk ke babak perempat final, yaitu musim 1934, musim 1938 serta musim 1954. Sisanya mereka tiga kali masuk ke babak 16 besar dan empat kali pada babak fase grup.

Di Piala Dunia 2014 lalu, Swiss hanya dapat tampil hingga babak 16 besar. Mereka kala itu, dikalahkan oleh timnas Argentina melalui gol tunggal Angel Di Maria.

  • Berikut profil lengkap Timnas Swiss di Piala Dunia 2018

Nama Tim : Swiss

Asosiasi Federasi : Swiss Football Association (SFA)

Didirikan : 7 April 1895

Afiliasi FIFA : 1904

Julukan : Schweizer Nati, La Nati, Rossocrociati

  • Catatan Menarik ke Rusia

Swiss melaju ke babak selanjutnya lewat play-off setelah berada di tempat runner-up di grup B pada babak kualifikasi zona UEFA. Mereka kemudian memastikan diri ke Rusia setelah menang atas Irlandia Utara dengan skor agregat 1-0 di babak play-off.

  • Berikut beberapa laga Swiss di Kualifikasi Piala Dunia 2018

7/09/2016 Swiss 2-0 Portugal (Kualifikasi Grup B)

8/10/2016 Hongaria 2-3 Swiss (Kualifikasi Grup B)

11/10/2016 Andorra 1-2 Swiss (Kualifikasi Grup B)

14/11/2016 Swiss 2-0 Kepulauan Faroe (Kualifikasi Grup B)

26/3/2017 Swiss 1-0 Latvia (Kualifikasi Grup B)

10/6/2017 Kepulauan Faroe 0-2 Swiss (Kualifikasi Grup B)

1/9/2017 Swiss 3-0 Andorra (Kualifikasi Grup B)

4/9/2017 Latvia 0-3 Swiss (Kualifikasi Grup B)

8/10/2017 Swiss 5-2 Hongaria (Kualifikasi Grup B)

11/10/2017 Portugal 2-0 Swiss (Kualifikasi Grup B)

10/11/2017 Irlandia Utara 0-1 Swiss (Play-off)

13/11/2017 Swiss 0-0 Irlandia Utara (Play-off)

  • Pemain Bintang

Granit Xhaka

Pemain terbaik mereka di tahun 2017 adalah Granit Xhaka. Bintang Arsenal ini bahkan menjadi pemain unggulan di tahun 2018 ini. Xhaka akan menjadi andalan untuk negaranya. Akurasi umpan hingga 88 % dan sudah mencatatkan banyak peluang kontra Rumania yang menjadikannya meriah gelar Man of The Match, (15/6/2016).

  • Pelatih Timnas

Vladimir Petkovic

Pelatih Swiss dari Bosnia ini menjalani debut membawa La Nati sejak babak 16 besar di EURO 2016. Petkovic berhasil menang bersama timnasnya atas Irlandia Utara di babak play-off sehingga Swiss dapat tempat di Rusia.

  • Jadwal Pertandingan

18/06/2018 01.00 Brasil vs Swiss

23/06/2018 01.00 Serbia vs Swiss

28/06/2018 01.00 Swiss vs Kosta Rika

timnas Swiss 2018

Timnas Swiss berhasil masuk ke babak selanjutnya Piala Dunia 2018 dengan penampilan yang mengesankan. Timnas ini sendiri merupakan negara yang selalu tampil di perhelatan empat tahunan ini sejak tahun 2006 silam.

Timnas Swiss sukses melangkah ke Rusia setelah menang atas timnas Irlandia Utara pada babak fase play-off Piala Dunia 2018 zona Eropa, dalam laga yang dilaksanakan di Stadion St. Jacob Park, Basel.

Timnas ini sudah mencetak prestasi terbaik dengan 10 laga mereka di Piala Dunia masuk ke babak perempat final di tahun 1934, 1938, dan 1954. Tim Schweizer Nati ini juga tak kalah dari negara-negara kuat lainnya yang selalu berlaga di tiga edisi Piala Dunia terakhir.

Dalam piala dunia 2014 sebelumnya, Swiss gagal mempertahankan performanya untuk masuk ke babak 16 besar usai digagalkan timnas Argentina dengan skor 0-1. Di tahun ini, kans Swiss kian besar karena sudah dipenuhi pemain andalan dan berpengalaman. Mereka juga datang dengan harapan besar meraih gelar juara untuk kali pertama di negaranya.

Timnas Swiss sendiri terdiri dari para pemain tangguh dan bertalenta. Diantaranya Stephan Lichtsteiner dan Granit Xhaka yang menjadi andalan dan sebagai bintang untuk Piala Dunia di Rusia nanti. Xhaka sendiri  diyakini akan menjadi pemain pengisi lini tengah Swiss di Piala Dunia 2018. Pemain ini berhasil membawa timnasnya di babak kualifikasi beberapa bulan yang lalu.

Selain itu, selama empat tahun belakangan ini, Swiss sudah berhasil diangkat pelatih Vladimir Petkovic yang menggantikan posisi Ottmar Hitzfield yang memilih mundur.

Di Piala Dunia nanti, Swiss bergabung di Grup E yang akan berhadapan dengan timnas Brasil, timnas Kosta Rika serta timnas Serbia.

Timnas Swiss di Piala dunia 2018

Timnas Swiss berhasil masuk ke babak selanjutnya di Piala Dunia 2018, setelah menang atas timnas Irlandia Utara di babak play-off zona Eropa, November lalu. Dengan hasil tersebut, Swiss mencatatkan 10 kali tampil di kompetisi sepak bola dunia tersebut.

Selama tiga edisi Piala Dunia belakangan ini, timnas Swiss secara pasti merupakan salah satu dari 32 tim yang tampil dengan baik. Pada Piala Dunia 2014 yang lalu, Swiss yang menjadi asuhan Ottmar Hitzfeld keluar dari babak 16 besar setelah gagal dengan skor tipis 0-1 dari Argentina. Usai gagal, Ottmar Hitzfeld memutuskan mundur dan tempatnya ditempati Vladimir Petkovic sampai saat ini.

Pada persiapan Piala Dunia 2018 ini, timnas Swiss masuk ke Grup E dengan timans Brasil, timnas Kosta Rika dan timnas Serbia.

Berikut daftar sementara pemain timnas Swiss 2018 di Rusia nanti.

Kiper : Yan Sommer (M’Gladbach), Marwin Hitz (Augsburg), Roman Burki (Borussia Dortmund)

Bek : Manuel Akanji (Borussia Dortmund), Fabian Schar (Deportivo La Coruna), Nico Elvedi (M’Gladbach), Leo Lacroix (Basel), Stephan Lichtsteiner (Juventus), Michael Lang (Basel), Ricardo Rodriguez (AC Milan)

Gelandang : Granit Xhaka (Arsenal), Valon Behrami (Udinese), Denis Zakaria (M’Gladbach), Remo Freuler (Atalanta), Steven Zuber, (Hoffenheim), Blerim Dzemaili (Bologna), Gelson Fernandes (Frankfurt), Edimilson Fernandes (West Ham United), Xherdan Shaqiri (Stoke City)

Penyerang : Haris Seferovic (Benfica), Admir Mehmedi (Wolfsburg), Breel Embolo (Schalke04), Mario Gavranovic (Dinamo Zagreb).

Jadwal pertandingan

Brasil vs Swiss (18 Juni, Rostov-on-Don) 01.00 WIB
Serbia vs Swiss (23 Juni, Kaliningrad) 01.00 WIB
Swiss vs Kosta Rika (28 Juni, Nizhni Nocgorod) 01.00 WIB

Rekor penampilan di Piala Dunia

1930 – Tidak ikut
1934 – Perempat final
1938 – Perempat final
1950 – Fase grup
1954 – Perempat final
1958 – Tidak lolos
1962 – Fase grup
1966 – Fase grup
1970 – 1990 – Tidak lolos
1994 -16 besar
1998 – Tidak lolos
2002 – Tidak lolos
2006 – 16 besar
2010 – Fase grup
2014 – 16 besar

Berita ini disponsori oleh Dewaharum

Nemanja matic, pemain tertinggi Serbia

Ada yang unik jelang Piala Dunia 2018 ini. Pihak Federasi Sepakbola Internasional atau yang disingkat FIFA merilis daftar tinggi badan para pemain yang akan tampil di Rusia, dan timnas Serbia menjadi yang tertinggi.

Data yang diungkapkan pihak FIFA yakni mengacu dari hasil penelitian The International Centre for Sport Studies (CIES). Dari 32 negara di Piala Dunia 2018, timnas Serbia merupakan negara dengan rata-rata tinggi badan paling dominan yakni sekitar 185,6 sentimeter.

Wajar saja, pemain andalan Manchester United, Nemanja Matic saja sudah memiliki tinggi sekitar 194 sentimeter. Belum lagi, kiper timnas yakni Vladimir Stojkovic yang memiliki tinggi badan hingga 195 sentimeter.

Pada peringkat kedua, terdapat juga tim yang mengalahkan Italia yakni timnas Swedia. Negara ini memiliki rata-rata tinggi badan sekitar 185,2 sentimeter. Swedia diatas sedikit dari tim debutan yakni timnas Islandia.

Gylfi Sigurdsson dan rekan-rekannya memiliki ukuran badan sekitar 185 sentimeter. Rata-rata tinggi badan pemain timnas ini hampir sama dengan milik Denmark.

Sementara itu, negara dengan catatan sejarah bola terbesar seperti timnas Argentina dan timnas Spanyol malah berada di posisi bawah. Para pemain Spanyol memiliki ukurang tinggi badan 179,5 sentimeter. Untuk Argentina berada di bawah Spanyol dengan ukuran sekitar 179,4 sentimeter.

Akan tetapi, milik timnas Argentina tersebut masih lebih di atas Jepang dan Arab Saudi di peringkat dua terbawah. Jepang sendiri memiliki rata-rata tinggi badan sekitar 178,1 sentimeter, dan Arab Saudi dengan 176,2 sentimeter.

Napoli telah menguak rencananya untuk menghadapi pemuncak klasemen musim ini yaitu Juventus pada akhir pekan nanti. Hal ini juga menyertakan beberapa pemainnya yang akan bertarung di Alianz Arena, termasuk Marek Hamsik dan Dries Mertens. Namun pertanyaannya, apakah Mertens akan menghangatkan bangku cadangan terlebih dahulu sebelum dimainkan?

Napoli vs Udinese April 2018 skor 4-2
Napoli vs Udinese April 2018 skor 4-2

Memang pada pertandingan sebelumnya, Napoli berhasil memenangkan pertandingan menghadapi Udinese pada hari Kamis kemarin pukul 01.45 WIB dengan skor 4-2, sementara disisi lain Juventus hanya bermain imbang saat menghadapi klub yang berada di zona degradasi yaitu Crotone, dengan skor 1-1. Hal ini membuat Napoli dan Juventus kembali memiliki selisih empat poin.

Kedua klub yang menguasai dua teratas di papan klasemen, akan bertemu pada hari Senin mendatang, pada pukul 01.45 WIB, di Alianz Arena dan dipastikan laga ini akan sangat seru. Bagaimana tidak perebutan tiga poin kali ini akan menentukkan perjuangan Napoili untuk memperbesar peluang untuk meraih gelar juara Seriea dari tangan Juventus setelah mendominasi enam tahun belakangan.

Jika Napoli menang, maka poin mereka akan terpaut satu poin, walaupun Juventus pada dasarnya masih unggul. Namun jika Juventus menang maka peluang untuk menyusul ke posisi pertama akan sangat tipis.

Diketahui Maurizio Sarri telah menguak pemain yang akan di bawa menuju Turin.

Juventus vs Napoli December 2017 0-1
Juventus vs Napoli December 2017 0-1

Kalidou Koulibaly bisa kembali merumput setelah dipertandingan sebelumnya ia harus absen karena kartu kuning yang di koleksinya. Lorenzo Tonelli yang sempat mencetak angka saat menghadapi Udinese, diprediksi akan kembali ke bangku cadangan.

Meskipun demikian dipradiksi ada dua perubahan potensial yang cukup mengejutkan di lini tengah dan serangan. Pasalnya Sarri akan mengutamakan Piotr Zielinski dibandingkan kapten kesebelasan mereka yaitu Marek Hamsik. Hal ini diduga untuk mendapatkan yang terbaik dari Hamsik dimana akan diturunkan ditengah permainan.

Kabar lainnya adalah Dries Mertens lagi lagi akan memiliki kemungkinan yang sangat tipis untuk diturunkan sebagai starter dimana ia akan menjadi pelapis kedua dari Arkadiusz Milik. Padahal dimusim ini, Milik baru mencetak empat gol disemua kompetisi sementara Mertens telah mengantongi 21 gol. Apakah ini merupakan stategi dari Sarri lagi atau memang hukuman dari direksi Napoli karena Dries Mertens menyulitkan negosiasi perpanjangan kontraknya dan akan memilih hengkang di musim depan.

Namun para pendukung Napoli berharap bahwa rencana Maurizio Sarri akan berjalan mulus seperti yang terjadi saat menghadapi Udinesse sebelumnya, dimana Dries Mertens harus menghangatkan dulu bangku cadangan sebelum dimainkan.